Friday, June 17, 2016

Thoughts #14 Janji

Aku tak mengerti seberapa mudah orang membuat janji.

Aku sendiri sangat jarang membuat janji. Aku sangat menghargai makna kata "janji" itu sendiri. Janji bak kata yang sakral di pikiranku. Tak boleh asal, tak boleh sambil bermimpi.

Janji adalah ikatan yang pasti. Melanggarnya akan buahkan kecewa hati. Namun jika ditepati, tentu akan membuat ia bersuka.

Aku tak mengerti arti janji bagi orang lain. Namun bagiku kata "janji" itu sendiri adalah berharga. Lebih bermakna daripada harta yang kau punya. Janji membangun kepercayaan. Walau kadang ia berisi hal yang sulit kaupercayai.

Mungkin aku terlalu pengecut untuk membuat janji. Mungkin aku terlalu takut untuk melukai hati. Aku tak tahu. Aku hanya tahu, aku berusaha. Aku sudah berusaha. Aku sedang berusaha. Aku akan terus berusaha.

Tanpa kusadari, aku telah membuat janji dengan diriku sendiri. Dan tentu saja, usaha adalah janjiku. Dengan dia, kamu, dan aku sendiri.


-ocehanmalam🙋

Thursday, June 16, 2016

Thoughts #13 Karya Emosi

Terlalu putih tembok kamar yang kutatap
Terlalu dingin lantai kamar yang kupijak
Terlalu cantik lampu malam yang kubiarkan menari

Hati ini seperti samudera luas
Rumah ikan hias juga minyak kotor di dalamnya
Rumah keindahan pula keresahan yang tak kunjung padam

Rasa tercampur rata
Membiaskan ragam emosi menjadi satu karya
Emosi baru yang tak dapat kau gambarkan dengan satu rasa

Malam ini
Cantik seutuhnya
Ada bahagia juga nestapa
Karya emosi yang akan memukau siapa saja

Sampai akhirnya aku menyadari
Malam ini terlalu manis untuk kuakhiri.

-ocehanmalam🙋

Tuesday, June 14, 2016

Thoughts #12 Sebelah yang Manakah ?

Untuk menjadi seorang penulis, haruskah aku menjadi orang yang ekspresif? Atau justru, aku perlu menjadi orang yang misterius?

Untuk menulis sebuah kisah bahagia, haruskah aku menunggu masalahku terselesaikan? Atau aku harus mengesampingkan dan mengikatnya agar ia bungkam?

Untuk membawakan kisah yang lucu, perlukah aku mencari kejadian lucu dalam hidupku? Atau kuangkat kesulitan hidupku menjadi tawa?

Sudut pandang. Segalanya berubah saat kau ubah sudut pandangnya. Masalah bisa menjerit. Atau juga bungkam seribu bahasa.

Tak ada yang marah
Tak ada yang salah
Ini memang bukan ilmu pasti
Ini ilmu hidup dan hati.